DESIGNED BY DILA
banner kiri.jpg

Wiwik Sekarwangi

Meski terlahir di desa taklantas membuat Wiwik Astutik, 31 tahun, bersurut harapan dan cita-cita. Ia justru berkeinginan kuat untuk memajukan desanya. Melalui usaha anyaman bambu yg ia kelola bersama anggota kelompok usaha bersama (KUB) Sekar Wangi, wiwik berjuang mewujudkan keinginan tersebut. "Semua berawal dari adanya program Community Learning Group yang dibawa oleh STAPA Center. Program tersebut mengajak kami ibu-ibu petani tembakau untuk berkreasi dengan memanfaatkan potensi yang kami punya menjadi bermanfaat dan lebih memiliki nilai ekonomis." jelas Wiwik. "Dengan demikian kami dapat membantu pendapatan keluarga yang selama ini bergantung penuh pada tembakau". Wiwik menambahkan.

Di bawah KUB Sekar Wangi yang beralamat di Desa Jatisari Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang, Wiwik dan kelompoknya membuat berbagai jenis anyaman dari bambu yang keberadaannya memang melimpah di desanya. “Kalau bambunya sih memang melimpah mas, cuman untuk beberapa bahan terutama pemutih, kami harus mendatangkannya dari luar daerah.” Ujar Wiwik. Pengerjaan produk dibagi dalam beberapa bagian, ada yang khusus mengerat bambu, ada yang mewarnai dan ada yang menganyam. “Kebersamaan tersebut terwujud dalam proses pengerjaan produk, kami memang membaginya dalam beberapa bagian agar semua merasakan prosesnya bersama-sama." tambah Wiwik.

bedah film agora

Jum’at 28 Pebruari 2014

Siang itu puluhan pemuda dan mahsiswa berbondong-bondong mendatangi kantor STAPA Center. Kedatangan mereka bukan tanpa tujuan. Mereka hadir untuk mengikuti kegiatan bedah film yang diadakan oleh STAPA Center dan KGSKR (Komunitas Gitu Saja Kok Repot). Pada kesempatan tersebut film berjudul Agora diputar sebagai film yang dibedah. Film berdurasi sekitar 2 jam tersebut dengan serius ditonton oleh peserta  dan mampu membuat mereka takbergeser dari tempat duduk.

Seusai film ditonton bersama, Jauharul Lutfi Koordinator KGSKR tampil memberikan apresiasinya terhadap film Agora.” Satu hal yang perlu kita garis bawahi  dari film ini adalah, bahwa seringkali darah dan kekejian terjadi berawal dari sebuah khotbah keagamaan dari mimbar yang suci”. Ujar lutfi mencoba memancing tanggapan peserta bedah film. Cerita yang digambarkan dalam film ini memang mengisahkan kejadian nyata tentang konflik antara penganut agama kristen dengan penganut agama yahudi dan penyembah berhala sebagai simbol dewa-dewa. Kejadian ini terjadi di kota Alexandria pada akhir abad IV sesudah Masehi. Ketiga penganut agama yang berbeda tersebut saling melakukan tindakan kekerasan hingga banyak memakan korban yang disiksa bahkan hingga kehilangan nyawa.  

Seminar EFA-ALP

[Lumajang, 2 Oktober 2013] – Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan perlindungan hak-hak anak di area pertanian tembakau, STAPA Center bekerjasama dengan PT. HM Sampoerna Tbk. dan Dinas pemerintah terkait menyelenggarakan Seminar EFA (Education For All) bertema “Peningkatan Kesadaran Tentang Hak-Hak Anak Dalam Upaya Mengurangi Praktek Pekerja Anak Di Sektor Pertanian”. Seminar tersebut ditujukan bagi masyarakat petani tembakau di 9 (Sembilan) Kabupaten (Jember, Jombang, Pamekasan, Probolinggo, Lumajang, Ponorogo, Blitar, Lombok Timur, Lampung Timur).

“Menyikapi masih maraknya pekerja anak di Jawa Timur, khususnya di area pertanian dan perkebunan, kami  Stapa Center bersama dengan Sampoerna berkomitmen untuk terus berupaya agar anak-anak dapat dijauhkan dari bekerja di pertanian agar dapat terpenuhi kebutuhan dan hak-haknya, yaitu hak hidup, hak untuk tumbuh dan berkembang serta hak-hak atas pendidikan karena apapun dan bagaimanapun, anak-anak adalah masa depan kita,” sebagaimana disampaikan oleh Syahrul Muhtarotul Wahidah, Asisten Program Manager, STAPA Center.

Acara ini diharapkan mampu meningkatkan respon dan keterlibatan petani dalam mensosialisasikan penghapusan pekerja anak di sektor perkebunan, meningkatkan kesadaran mereka terhadap hak-hak anak termasuk hak atas pendidikan, serta memaparkan kondisi anak-anak yang terlibat di  sektor perkebunan dan kompleksitas isu tersebut.

TOP