DESIGNED BY DILA
shop-ad-books.jpg
Print

Derita Gizi Buruk, Balita Prigen Jadi Perhatian RSUD Bangil

Written by Administrator. Posted in Latest News

PASURUAN - M. Yasin, bocah berusia 3 tahun asal Prigen, kini jadi perhatian di RSUD Bangil. Pasien kiriman dari Puskesmas Prigen itu tubuhnya kurus kering akibat menderita gizi buruk. Di mulutnya pun terlihat ada luka.
Sejumlah pengunjung RSUD yang melihat kondisi bocah itu kemarin spontan nyeletuk miris. "Masyaallah. Saakene arek iki. Kari balung karo kulit tok (Kasihan anak ini. Tinggal tulang sama kulit saja, Red)," ujar salah satu pengunjung saat melihat Yasin dibawa masuk ke zal anak RSUD Bangil.

Karena alasan tertentu, pihak RSUD tidak mengizinkan wartawan untuk melihat lebih dekat, apalagi sampai memotret M. Yasin. "Jangan Mas, Mbak. Ini masih dicek sama dokter," kilah Direktur RSUD dr Herly Handayani kepada para wartawan.

Menurut Nur Aliyah, 37, sang ibu, anaknya sudah dalam kondisi seperti itu sejak sekitar lima bulan lalu. Nur sendiri tidak bisa berbuat apa-apa, karena kondisi keluarga dan dirinya sendiri juga sakit.
Nur juga terserang penyakit paru-paru dan sempat dirontgen di RSUD Bangil pada 3 September lalu. "Aku dewe nggak iso ngeramut anakku. Yasin diramut mbahe (Saya sendiri tidak bisa merawat anakku. Yasin dirawat sama kakek dan neneknya, Red)," cetus Nur.
Tubuh Nur sendiri tak kalah kurus. Sesekali pandangannya tampak kosong. Rosid, bapak Nur Aliyah, membenarkan kondisi putrinya itu. "De'e pancene sering ngelamun (Dia memang sering melamun, Red)," ujar Rosid saat mengomentari anak sulungnya itu.
Lantas, penyakit apa yang sebenarnya mendera M. Yasin? Kepala Dinas Kesehatan dr Nanang Hari P. enggan menjawab detil. Sebab, hal ini menyangkut kode etik kedokteran dan privasi dari keluarga. "Ini sebenanya tidak boleh diekspos tanpa seizing keluarga," cetus dr Nanang kemarin.
Apakah benar Yasin menderita gizi buruk? Dr. Nanang menampik halus dugaan itu. Menurutnya, gizi buruk bukan menjadi satu-satunya sakit yang dialami Yasin.
"Gizi buruk itu hanya penyakit penyerta. Yang menyebabkan dia nggak mau makan sampai mengalami gizi buruk itu, karena ada infeksi dalam mulutnya. Saya nggak bisa menjelaskan lebih jauh dalam masalah ini," katanya seolah menyembunyikan sesuatu.
Yang tak bisa dibantah, kondisi Yasin saat ini adalah buah dari kemiskinan yang melilit keluarganya. Sejak kecil Yasin dirawat ibunya bersama kakek dan neneknya, Rosid dan Sumiyati yang biasa dikenal dengan sebutan Mak Nyik.
Keluarga ini tinggal di sebuah gubuk tua di lereng Gunung Welirang, tepatnya di Pesanggrahan, Prigen. Gubuk itu dihuni Rosid dan Mak Nyik, lalu Nur Aliyah bersama tiga anaknya, yakni Heru, Ali dan M. Yasin. Sebenarnya, Nur sendiri memiliki empat anak. Satu anaknya yang lain, Indah, tinggal bersama bibinya, Sulis, di Kediri.
Kehidupan keluarga Rosid memang memprihatinkan. Lelaki 72 tahun itu sehari-harinya mengais rupiah dengan cara menjadi pemulung sampah. Sampah yang dia kumpulkan dari vila dan hotel di kawasan Prigen, dia tumpuk di dekat rumah gubuknya.
Saat sakitnya masih belum parah, Yasin sempat dibawa keluarganya ke Kediri untuk bertemu Sulis, anak kedua Rosid. Namun, meski sudah sempat diobati di Kediri, Yasin tak kunjung sembuh. Hingga, beberapa hari saat dibawa pulang lagi ke gubuk tua, sakitnya kian menjadi. Hingga, akhirnya pihak keluarga membawanya ke Puskesmas Prigen.
"Bagaimana nggak sakit, Mas. Kondisi ekonominya sudah awut-awutan. Rumahnya juga dikelilingi sampah begini," terang Wahyu Rusandi, salah satu tetangga yang sering nyambangi keluarga ini.
Kondisi keluarga Rosid sempat menyita perhatian Bupati Pasuruan Dade Angga. Sehabis membuka lokakarya P2KP di Hotel Tretes Raya, Selasa (9/9), Dade mendapat informasi dari Camat Prigen Abdul Munif tentang "keluarga terasing" itu. Dade pun langsung terjun ke lokasi dan memberikan bantuan pada keluarga tersebut. (day)

TOP