DESIGNED BY DILA
shop-ad.jpg
Print

Sekolah Ambruk, Siswa Ujian di Balai Desa dan Musholla

Written by Administrator. Posted in Latest News

Jember. Kepala Dinas Pendidikan Jember Drs. Achmad Sudiyono melakukan sidak ujian tengah semester di SDN Kertonegoro 03 Kec. Jenggawah, yang gedungnya ambruk termakan usia pertengahan Desember 2008 kemarin. Mereka melaksanakan ujian di kantor balai desa setempat dan musala sekolah.

Dalam sidaknya, Achmad mencoba memberi semangat kepada para siswa yang sedang serius mengerjakan soal yang diberikan oleh sekolah.

"Sebelum dikumpulkan, diteliti kembali soal dan jawabannya ya," ujar Achmad Sudiyono kepada para siswa yang sedang lesehan di balai desa Kertonegoro Kec. Jenggawah, Senin pagi.

Ratusan siswa mulai dari kelas I hingga kelas V ini mengerjakan soal ujian di balai desa, sedangkan siswa kelas VI di musala SD itu. Para siswa itu pun harus mengerjakan ujian dengan kondisi seadanya.

"Karena sekolah belum dibangun kembali, jadi masih menggunakan balai desa. Ada yang beralaskan tikar, tetapi ada yang langsung lesehan di lantai," kata Bibit Widayati Kepala SDN Kertonegoro 3, kemarin.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Ahmad Sudiyono sendiri berjanji akan segera membangun sekolah yang ambruk.

"Kalau bisa minggu ini, atau pertengahan bulan Januari akan kita bangun dan Maret kita prediksi sudah rampung dan bisa ditempati," ujar Ahmad.

Perlu diketahui, sedikitnya ada 134 sekolah di Jember yang bakal direhap tahun 2009m, karena rusak termakan usia. Dari jumlah itu, Pemkab Jember memalui Dinas pendidikan telah menganggarkan dana sebesar Rp.45 milyar yang diambilkan dari APBD, DAK dan APBN.

"Anggaran tersebut selain berasal dari APBD, juga diambilkan dari dana DAK dan APBN. Total anggaran rehab untuk 2009 mencapai Rp 45 miliar," ujarnya.

Dikatakan oleh Sudiyono, sesuai data yang masuk ke Dispendik, jumlah sekolah yang rusak mencapai 134 bangunan sekolah. Baik itu rusak berat, sedang, maupun ringan. Itu didasarkan atas laporan dan pengamatan langsung yang dilakukan Dispendik. "Setelah kita mendapat laporan, kita check kebenarannya. Bila kondisinya parah diupayakan secepatnya diperbaiki,' tegasnya. Achmad menambahkan, beberapa sekolah yang rusak berat dan ambruk, secepatnya akan diperbaiki demi kelancaran proses belajar mengajar.

"Jangan sampai belajar siswa terganggu gara-gara tidak punya gedung sekolah," paparnya. (efi/bhi)

TOP