DESIGNED BY DILA
shop-ad-books.jpg
Print

Korban Trafficking Dijual Ibu Kandungnya Seharga 3 Juta

Written by Administrator. Posted in Latest News

PASURUAN - Kasus trafficking yang diungkap Polsek Prigen, Senin (10/8) lalu dikembangkan unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Pasuruan. Hasil terbaru dari pengembangan itu, Wy, 14, yang menjadi korban trafficking itu mengaku dijual oleh ibu kandungnya sendiri.

"Wy mengaku dijual oleh ibunya sendiri ke Samsi. Itu terjadi sekitar 4 bulan yang lalu. Herannya, permintaan ibunya itu dituruti Wy. Alasannya Wy mau karena iba melihat ibunya yang tidak memiliki uang untuk proses persalinan," terang Kasatreskrim AKP Samsul Arifin mendampingi kapolres AKBP Achmad Yani kemarin.

Diberitakan Radar Bromo kemarin, unit reskrim Polsek Prigen berhasil mengungkap kasus trafficking. Samsi, germo yang dicurigai menjual gadis di bawah umur, diringkus pada Senin (10/8) malam. Di villa milik Samsi, petugas juga menemukan Wy, 14, wanita belia asal Tumpang Malang yang merupakan korban trafficking Samsi.

Samsi dikelar karena dianggap melanggar UU 21/2007 tentang penjualan anak-anak di bawah umur. Wy, adalah buktinya. Wy dipekerjakan sebagai PSK dengan tarif booking Rp 300 ribu untuk short time.

Nah, dalam pemeriksaan di unit PPA, polisi mendapati ada peran ibu Wy, yakni Semih, 49, dalam kasus ini. Wy, mengaku terjun ke dunia hitam setelah dijual oleh ibunya sendiri kepada Samsi seharga Rp 3 juta.

Sementara itu, polres belum menciduk Semih. "Itu masih kami proses. Yang jelas, untuk sementara korban Wy kami serahkan ke ibunya dulu. Jika nantinya kasus ini berkembang dan kami sudah memperoleh bukti, Semih sebagai ibu kandungnya juga bisa kami tangkap," kata Kasatreskrim.

Saat ini yang dijerat adalah Samsi. "Seharusnya ia tahu kalau umur Wy belum dewasa. Seharusnya ketika ditawari ibunya, Samsi harus menolaknya. Tapi yang terjadi, tersangka Samsi justru mempekerjakanya," terang kasatreskrim. Alasan itulah yang membuat polisi akhirnya menetapkan Samsi sebagai tersangka.

Yang mengenaskan, kepada petugas, Wy juga mengaku pernah menjadi PSK di beberapa tempat. Termasuk kawasan dolly di Surabaya. "Itu juga berkat ibu kandungnya," terang kasatreskrim.

Bahkan WY menyebut setiap harinya mampu mengumpulkan uang sebanyak 500 ribu. Itu dari hasil melayani tiga tamu setiap harinya dan setelah dibagi dengan sang germo. (RB/fun/yud)

TOP