DESIGNED BY DILA
banner kiri.jpg
Print

Berdayakan Pelajar santri milenial Melalui EFP

Written by Administrator. Posted in Latest News

Yayasan STAPA Center bekerjasama dengan Sampoerna Untuk Indonesia meluncurkan program  “English Proficiency for Students At Tobacco Grower Area In East Java” . Program yang biasa disebut dengan EFP (English For Proficiency) ini  bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa-siswa setingkat SMA berbasis pesantren di Jawa Timur, merupakan satu upaya untuk ikut berkontribusi dalam menyiapkan generasi muda, utamanya generasi muda NU, dalam menghadapi era global. PBNU  (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama’) mendukung penuh pelaksanaan program ini.

EFP dilaksanakan di 15 sekolah terpilih di 3 Kabupaten di Jawa Timur, meliputi Kabupaten Jember, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Jombang.

Berikut kelima belas sekolah penerima program EFP:

  1. SMK Nurul Jadid, Sukowono Jember
  2. SMK Al Badri, Kalisat Jember
  3. MA Ma’arif, Ambulu Jember
  4. SMK Sunan Ampel, Sukorambi Jember
  5. MA Darus Sholah, Tegal besar Jember
  6. MA NU, Lekok Pasuruan
  7. MA Darul Ulum, Rejoso Pasuruan
  8. MA Hasan Munadi, Beji Pasuruan
  9. MA Ma’arif, Sukorejo Pasuruan
  10. MA Darut Taqwa, Purwosari Pasuruan
  11. SMK Bisyri syansuri, Denanyar Jombang
  12. SMK NU 1, Jogoroto Jombang
  13. MA Mambaul Ulum, Megaluh Jombang
  14. MA Madinatul Ulum, Tembelang Jombang
  15. MA Bahrul Ulum, Tambak Beras Jombang 

Agus Rohmatulloh; Direktur Yayasan STAPA Center menjelaskan bahwa dalam upaya membangun sinergi antara dunia usaha sebagai private sector dengan Ormas dan juga Pemerintah maka penting untuk selalu berkolaborasi merespon berbagai isu di masyarakat. "EFP ini merupakan wujud kolaborasi kami dengan Sampoerna Untuk Indonesia dan juga pihak sekolah dalam merespon kondisi global" ungkap Agus. "Sangat penting menyiapkan generasi muda kita untuk siap bersaing di tingkat global baik dalam hal Iptek dan juga berbagai peluang usaha yang saat ini terbuka lebar" tambah Agus.

Kegiatan utama program EFP anatara lain adalah Pertemuan English Class sebanyak 40 kali pertemuan, English Club, Field Practice dan English Competition. melalui kegiatan-kegiatan tersebut kecakapan bahasa inggris peserta akan diasah baik dalam speaking, reading, writing dan juga listening, namun mengingat jumlah pertemuan yang terbatas, maka EFP lebih difokuskan pada penguasaan speaking dan writing. "Fokus kita pada 2 aspek kecakapan tersebut karena memang untuk belajar bahasa secara mendalam butuh waktu dan juga intensitas yang luar biasa dan kami memiliki ukuran dengan sumberdaya yang ada kami akan lebih fokus pada speaking dan writing. EFP ini dilaksanakan mulai Oktober 2017 hingga Maret 2018”, ujar Jauharul Lutfi selaku Manajer program EFP.

 

TOP