DESIGNED BY DILA
shop-ad-books.jpg

Ketika perubahan iklim terjadi, maka perempuanlah yang terkena dampak terbesar. Demikian dikemukakan oleh perwakilan IPF, Ibu Demplon, dalam Testimony: Women Group's (4/12) yang diselenggarakan oleh IPF di Kampung CSF.

Acara ini memperdengarkan kesaksian-kesaksian perempuan dari berbagai daerah di Indonesia mengenai dampak perubahan iklim di daerah masing-masing. Dalam kegiatan ini, ditampilkan kesaksian perempuan-perempuan dari korban Lapindo, Petani Perempuan Makasar, korban tambang Sulawesi, Sumatra, dan Lampung.

Pada umumnya, mereka menceritakan bahwa kesulitan-kesulitan yang mereka alami akibat perubahan iklim makin meningkat. Seperti Ibu Atisah Salid yang tinggal di bantaran Sungai Gajah Won, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam penjelasannya, ia mengungkap fakta bahwa pencemaran lingkungan di sepanjang bantaran Sungai Gajah Won, seperti menumpuknya sampah, makin menjadi. Hal ini amat mengganggu aktivitas harian, seperti MCK, warga sepanjang Sungai Gajah Won.

TOP