DESIGNED BY DILA
shop-ad-books.jpg

Pembawaanya kalem dan santai, penampilanya juga tidak jauh berbeda dengan petani kebanyakan, nada bicaranya pelan namun takjarang diselingi dengan canda. Itulah sosok Winarto 53 tahun ketua CLG (Community Learning Group) Desa Sedarat Kec. Balong Kab. Ponorogo. Winarto baru saja terpilih dalam Workshop pembentukan CLG di Sekretariat STAPA Center di Desa Sedarat 20 Juli 2013. Selain dilakukan pemilihan pengurus harian, kegiatan tersebut juga berhasil merumuskan visi dan misi CLG Desa Sedarat. Terwujudnya Kesejahteraan Petani Desa Sedarat dipilih sebagai visi CLG Desa Sedarat, Visi ini akan diwujudkan melalui beberapa Misi yaitu; meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pertanian, meningkatkan perekonomian keluarga petani dan mengembangkan kerjasama dengan pemerintah ataupun swasta.

Winarto merupakan putra daerah karena memang asli kelahiran Desa Sedarat, hanya saja semasa remaja ia sempat mengembara untuk mencari pengalaman terutama di bidang pertanian. Winarto menjelajah beberapa daerah di Jawa Timur  hal ini dilakukannya setelah terpaksa putus sekolah, waktu itu Winarto masih di bangku SMP, Keputusan tersebut diambil karena kondisi ekonomi keluarga. Pada tahun 1981 Winarto kembali ke Desa Sedarat dan bekerja membuat anyaman bambu bersama dengan keluarganya.

Terjadinya fenomena anomali cuaca di beberapa daerah di Indonesia termasuk di jawa timur sangat berdampak terhadap produktivitas berbagai produk pertanian yang ada, anomali cuaca ini terjadi berupa turunya hujan meskipun sudah memasuki musim kemarau. System pertanian di Indonesia yang masih mengutamakan system pertanian terbuka sangat rentan terhadap kondisi anomali cuaca ini, dampaknya banyak tanaman pertanian yang mengalami kerusakan dan puso, takterkecuali tanaman tembakau. Menurut BMKG fenomena Anomali cuaca ini masih akan terjadi hingga bulan Agustus 2013 tahun ini. Lalu bagaimanakah para petani tembakau kader CLG menyiasati anomali cuaca tersebut?

Takbisa dipungkiri bahwa tingkat kesejahteraan petani tembakau selama ini sangat bergantung pada baik buruknya harga tembakau di pasaran, bahkan seringkali ketika harga tembakau baikpun kesejahteraan petani tembakau  tetap tidak kunjung membaik, karena sistem pasar yang memang lebih menguntungkan para pedagang daripada para petani, selain harus terus ada upaya untuk memperbaiki tataniaga tembakau sebaiknya juga ada usaha-usaha ekonomi alternatif yang dapat dilakukan oleh keluarga petani tembakau. Pandangan ini disampaikan oleh Zainul Faizin HM Direktur STAPA Center dalam kegiatan sosialisasi Program Pemberdayaan Keluarga Petani Tembakau Dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Melalui Community Learning Group Tahun 2013 atau Program CLG di Desa Pakong Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan Jawa Timur.

TOP