Sun. Sep 19th, 2021
Bengkel Remaja

Rumah Kreasi Jember

BENGKEL REMAJA: Pendekatan pada Pekerja Anak di Area Pertanian Tembakau di Jember

PRAKTIK BAIK

Rumah Kreasi adalah pusat kegiatan bagi anak usia 7 – 17 tahun yang digagas oleh STAPA Center dalam upaya pengurangan pekerja anak di area pertanian tembakau.  Program ini didukung oleh Sampoerna Untuk Indonesia (SUI) sejak tahun 2018.  Salah satu kegiatan yang ada di Rumah Kreasi adalah Bengkel Remaja, merupakan layanan khusus untuk remaja usia 14 – 17 tahun yang dibuka tahun 2020.  Kegiatan utama Bengkel Remaja menyediakan pelatihan vokasional: membatik, sablon, kain celup sibori, pemanfaatan sabut kelapa, budidaya jamur dengan media limbah jagung.  Jenis ketrampilan ini dibuat sesuai keinginan atau kemudahan bahan yang ada di desa.

Diawali dengan kunjungan rumah oleh staf lapangan STAPA dan relawan Rumah Kreasi, anak-anak remaja diajak berbincang tentang kegiatan harian mereka dan masalah-masalah remaja di desanya. Anak putus sekolah, pernikahan dini, kehamilan di luar nikah, kecanduan game dan minuman keras (miras) adalah masalah yang banyak diungkapkan remaja.  Keterlibatan anak di pertanian tembakau dianggap bukan masalah besar oleh mereka karena hal itu dilakukan untuk membantu orang tua mereka.

Perkenalan ini berlanjut dengan mengajak teman-teman sebaya mereka untuk membuat kegiatan produktif.  Sebagian besar mereka masih sekolah, namun ada juga putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.  Dari pertemuan-pertemuan informal akhirnya dibuat pelatihan vokasional.  STAPA mengundang pelaku bisnis di Jember untuk membantu anak-anak belajar ketrampilan.  Pertimbangan melibatkan pelaku bisnis ini untuk memberi motivasi anak mengenal lika-liku memulai usaha sekaligus memberi role model.  Selain itu anak-anak tersebut tetap bisa membangun komunikasi dan mungkin jaringan kerja di masa datang dengan para pelatihnya.

Saat ini ada tiga Rumah Kreasi yang sudah memulai produksi dan memasarkan hasil karya Bengkel Remaja, yaitu Rumah Kreasi Desa Cumedak (sablon), Desa Sumber Kalong (masker shibori) dan Desa Sukosari (pot sabut kelapa).  Sementara tiga desa dampingan STAPA lainnya (Kalisat, Gumuksari, dan Pakusari) masih dalam tahap ujicoba produk dan pasar.  Di Rumah Kreasi Kalisat dan Pakusari sedang menyiapkan produksi batik didampingi STAPA. Bengkel Remaja diharapkan bisa membuka wawasan akan pilihan jenis pekerjaan bagi anak-anak di area pertanian tembakau. Selain itu, memperkenalkan pekerjaan yang lebih aman dan meningkatkan kemampuan imajinasi mereka. Saat ini kegiatan pelatihan di Bengkel Remaja yang terselenggara di 6 desa sudah diikuti oleh 101 anak.  Selama ini banyak anak-anak buruh tani yang putus sekolah atau menyelesaikan pendidikan menengah atas namun kesulitan mencari pekerjaan.  Sebagian dari mereka pergi ke Bali untuk menjadi buruh bangunan atau buruh tani dan pada saat musim tembakau mereka pulang membantu orang tuanya. Bengkel Remaja diharapkan bisa membantu anak-anak mengembangkan mimpinya dan mengetahui jalan untuk meraihnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories