Mengintip Desa Berbasis Sejarah, Wonosunyo Menggelar Festival Candi Belahan.

Candi Belahan merupakan bangunan cagar budaya peninggalan Kerajaan Airlangga yang termasyur di Jawa Timur. Terletak di Dusun Belahan Jowo, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Candi ini dibangun sebagai petirtaan, tempat pertapaan Prabu Airlangga beserta kedua permaisurinya, yaitu Dewi Laksmi dan Dewi Sri.

Photo oleh : D A Wahyu Prayogo

Candi Belahan merupakan salah satu peninggalan masa kedinastian di Indonesia yang merepresentasikan tingginya nilai-nilai budaya yang dianut masyarakat nusantara. Kekayaan ini sudah sepatutnya dijaga dan dilestarikan, sebagai aset yang tak ternilai harganya.

Tepat Pada Hari Minggu, 29 Mei 2022 Masyarakat desa Wonosunyo Menggelar acara ritual yang disebut dengan “Festival Candi Belahan”, sebuah kegiatan budaya yang lahir dari kearifan lokal masyarakat zaman dahulu. Dengan Tema “Merawat Mata Air dan Kearifan Lokal untuk Peradaban yang Lestari”

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda, serta Tokoh Adat Setempat Desa wonosunyo, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wonosunyo, Polsek dan Koramil Kota Gempol, Ketua Seni Kabupaten Pasuruan, Dinas Pariwisata Kab. Pasuruan serta Direktur Stapa Center, Manajement Sampoerna berserta jajaranya, dan Masyarakat Umum Desa Wonosunyo.

“Program ini berjalan kurang lebih selama 5 Tahun, saat ini berada di 3 Titik desa. Salahsatunya Desa Wonosunyo ini. Stapa Center Sebagai Pembina dan pendamping selama kuranglebih 6 bulan ini Berharap dengan Adanya Festival Ini semoga dapat Meningkatkan Ekonomi Desa yang lebih maju, utamanya Desa Wonosunyo Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.” Ucap bapak rusdiono Selaku Executive Regional Relation CSR Sampoerna.

Dalam sambutannya juga, Eka Wara Brahespati selaku kepala dinas pariwisata kabupaten Pasuruan mengatakan “pasuruan memiliki Potensi dan sumber daya alam yg luar biasa, salahsatunya di bidang pariwisata dengan wisata alam, wisata religi, wisata budaya, dan masih banyak wisata-wisata yg lain. Kita berharap wisata-wisata tersebut bisa maksimal dan berkembang pesat” Ungkapnya

Dalam festival ini, Berbagai rangkaian acara yang digelar. Molai dari prosesi upacara selamatan mata air candi (sumber tetek) penanaman pohon, parade seni tari jaranan, barong, musik patrol hingga teatrikal Kerajaan Kahuripan.

Selain prosesi upacara dan seni budaya, festival ini juga dimeriahkan dengan lomba tata rias era kerajaan, bazar produk lokal Desa Wonosunyo, diskusi dan temu pegiat wisata desa serta seni budaya se Kabupaten Pasuruan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories