Tue. Nov 24th, 2020

Bulan Kapitu dalam Kalender Tengger

Oleh : Very Yudha Lesmana

Sudah pernah mendengar Desa Podokoyo? Ya desa yang terletak di Kecamatan Tosari di Lereng Gunung Bromo wilayah Kabupaten Pasuruan ini memiliki keunikan yang tidak pernah habis untuk dibahas, mulai dari alam, sosial masyarakat sampai pada kebudayaan dan adat istiadatnya.

Di tahun 2020 ini, pada program Dewi Paramastri (Desa Wisata Pasuruan Nyaman Sejuk Lestari) pengembangan Desa Wisata berbasis masyarakat, kerja sama antara Yayasan Stapa Center, Sampoerna Untuk Indonesia (SUI) dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Salah satu desa wisata yang masuk dalam program mulai akhir tahun 2019 ini adalah Desa Podokoyo yang telah mendapatkan SK (Surat Keputusan) sebagai Desa Wisata dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan.

Pada perkembangan-nya memang tak bisa dipungkiri masih perlu banyak pembenahan dalam hal pengelolaan destinasi wisata, kerja sama dengan pihak diluar desa juga dalam hal promosi desa wisata sebagai salah satu Desa Wisata yang ada di Kabupaten Pasuruan.

Desa Podokoyo merupakan salah satu desa yang mana mayoritas masyarakat-nya adalah Suku Tengger, dengan mayoritas agamanya adalah Hindu. Dalam kehidupan sehari-hari Suku Tengger memiliki hitungan kalender sendiri, yaitu kalender Tengger.

Hitungan dalam kalender tengger adalah Bulan Kapitu yang jatuh pada tanggal 24 Januari-24 Februari 2020, bulan yang dinggap sakral karena Tokoh Agama seperti Pak Dukun dan Pak Sulinggih sedang melakukan puasa mutih (hanya memakan nasi putih, air putih dan sayuran yang tidak ada tambahan makannya) selama satu bulan penuh.

Juga dalam kehidupan sosial masyarakatnya, tidak boleh melakukan aktivitas berat semisal membangun rumah, melakukan hajatan nikahan, sunatan dan lainnya yang mengundang banyak orang. Selain itu tidak boleh melakukan ritual kirim doa kepada leluhur yaitu pada  hari jum’at legi.

Yang lebih unik lagi adalah, Gunung Bromo ditutup sementara dari aktivitas kunjungan para wisatawan terutama bagi kendaraan roda empat atau roda dua, Gunung Bromo istirahat sejenak selama satu bulan penuh.

Ada makna yang bisa di ambil, kaitannya dengan Bulan Kapitu Tengger. Bahwa tidak hanya manusia yang membutuhkan istirahat, alam pun termasuk Gunung  nyatanya membutuhkan istirahat dari segala aktivitas yang sedang dilakukan.

Sekilas mengenai makna dan arti dari Bulan Kapitu dalam penanggalan Kalender Suku Tengger di Lereng Gunung Bromo

Sumber : https://dewiparamastri.or.id/index.php/2020/02/08/bulan-kapitu-kalender-tengger/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories